Bitcoin Mendekati $64K Lagi: Ketahanan Menjadi Sorotan di Juli
Per 10 Juli 2026, Bitcoin telah pulih hingga mendekati $64.000, bangkit tajam dari titik terendahnya di akhir Juni yang berada di sekitar $58.000. Pemulihan ini menghasilkan kenaikan mingguan 4,2%, menegaskan kemampuan Bitcoin untuk bertahan menghadapi salah satu lingkungan makro paling volatil tahun ini. Alih-alih digerakkan spekulasi, kenaikan ini mencerminkan ketahanan pasar yang berkelanjutan di tengah beberapa guncangan global.
Pekan yang Penuh Tekanan Makro
Pasar keuangan mengalami gejolak signifikan sepanjang pekan. Serangan rudal terhadap kapal gas Qatar di Selat Hormuz sempat mendorong Brent crude melewati $104 per barel sebelum harga stabil kembali. Pada saat yang sama, pasar obligasi global melemah karena ekspektasi Federal Reserve yang hawkish menurunkan harapan pemotongan suku bunga dalam waktu dekat. Ketegangan geopolitik meningkat lebih jauh setelah Amerika Serikat melakukan dua putaran serangan militer terhadap target di Iran. Meski menghadapi angin sakal tersebut, Bitcoin tetap menutup pekan dengan kenaikan 4,2% yang solid, menyoroti permintaan defensif yang kuat.
Mengapa Bitcoin Terus Bertahan
Sejumlah faktor struktural terus menopang pemulihan Bitcoin.
Yen Jepang yang menguat, dikombinasikan dengan dolar AS yang melemah, secara historis menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai.
Sementara itu, permintaan yang kian cepat untuk chip memori Korea serta investasi infrastruktur AI yang berlanjut mengalirkan modal ke sektor-sektor berbasis teknologi, termasuk aset digital.
Selain itu, Bitcoin semakin diperdagangkan sebagai aset yang sensitif terhadap suku bunga makro. Meskipun ekspektasi pelonggaran Federal Reserve tertunda, investor tetap melakukan penataan untuk normalisasi kebijakan pada akhirnya, membantu mempertahankan minat beli di sekitar level harga saat ini.
Ethereum Memimpin, Sementara Solana Tertinggal
Ethereum terus mengungguli Bitcoin secara basis relatif.
ETH naik 2,6% selama sehari hingga sekitar $1.775, memperpanjang kenaikan mingguan menjadi sekitar 4%. Indikator On-Balance Volume menunjukkan bahwa akumulasi terus menguat, dengan analis Kitco mencatat bahwa OBV saat ini terlihat jauh lebih kuat untuk Ethereum dibanding Bitcoin. Ini mendukung ekspektasi bahwa ETH bisa memimpin fase berikutnya jika selera risiko yang lebih luas kembali ke pasar kripto.
Solana menunjukkan gambaran yang berbeda. Meski SOL naik 2,6% selama sehari, token ini masih 2,1% lebih rendah untuk pekan tersebut, menjadikannya satu-satunya kripto besar peringkat 10 yang masih menunjukkan kinerja mingguan negatif.
Metrik On-Chain Menunjukkan Kepercayaan yang Membaik
Data blockchain mencerminkan sentimen pasar yang membaik, namun masih hati-hati.
Fear & Greed Index telah pulih dari Extreme Fear pada 9 menjadi Fear pada 26, menandakan kepanikan mereda tanpa beralih menjadi optimisme.
Aktivitas ETF institusional masih beragam. Sekitar $5,85 miliar telah keluar dari ETF Bitcoin selama tiga puluh hari terakhir, meskipun akumulasi berkelanjutan oleh whale dan arus institusional yang secara bertahap menstabil terus memberikan dukungan penting.
Statistik likuidasi juga menunjukkan bahwa 55,7% dari likuidasi terbaru terjadi akibat short covering, bukan pembelian baru, sementara Coinbase Premium yang lemah menyiratkan permintaan spot AS belum mengonfirmasi pembalikan bullish yang berkelanjutan.
Level Teknis yang Krusial
Titik keputusan teknis berikutnya kian menjadi penting.
Pemulihan yang berhasil di atas zona resistensi $64.800-$65.000 akan menguatkan skenario kelanjutan bullish.
Kegagalan mempertahankan $62.200 dapat membuat Bitcoin kembali mengalami penurunan menuju kawasan support $60.000.
Dari perspektif yang lebih luas, Bitcoin masih diperdagangkan di bawah keduanya, yaitu 50-day Simple Moving Average di sekitar $71.000 dan 200-day Simple Moving Average di sekitar $72.000, sehingga tren menengah tetap bearish meski pemulihan baru-baru ini terjadi.
Sama pentingnya, 200-week Moving Average, level support jangka panjang yang telah dihormati Bitcoin sejak 2023 sebelum ditembus pada akhir Juni, terus menjadi level teknis paling signifikan bagi investor jangka panjang.
Prakiraan Akhir
Rebound Juli telah menunjukkan bahwa Bitcoin tetap luar biasa tangguh meski terjadi konflik geopolitik, harga energi yang lebih tinggi, ekspektasi moneter yang lebih ketat, dan arus keluar institusional yang masih berlangsung.
Namun, pergerakan saat ini seharusnya tetap dipandang sebagai pemulihan, bukan breakout yang sudah terkonfirmasi. Momentum bullish yang berkelanjutan akan memerlukan arus masuk ETF yang lebih kuat, perbaikan permintaan spot, serta pemulihan yang berhasil di atas moving average besar.
Sampai konfirmasi itu datang, koreksi jangka pendek mungkin terus menghadirkan peluang buy-the-dip, tetapi manajemen risiko yang disiplin tetap menjadi hal penting. Sesi-sesi berikutnya akan menentukan apakah Bitcoin dapat mengubah rebound yang mengesankan ini menjadi awal dari pembalikan tren yang lebih luas untuk sisa tahun 2026.
#BTCJulyRebound @Gate_Square