Bagaimana cara mengatur posisi agar lebih masuk akal

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Beberapa waktu ini saya tidak melakukan pembaruan pada akun live (real trading). Banyak teman bertanya. Saya akan meluangkan waktu untuk mampir dan melihat-lihat. Untuk sementara akun live tidak akan saya update; sesekali saya akan menjawab pertanyaan untuk semua, atau memposting beberapa tulisan mengenai gagasan dan pemikiran.

Saya yakin kondisi pasar beberapa waktu ini memang sangat sulit bagi semua. Sebenarnya kondisi ini masih bisa diterima—tinggal bagaimana memilih aset (instrumen) dan cara berpikir (strategi)-nya. Setelah tahun baru hingga sekarang, pergerakan pasar seakan memastikan bahwa tahun ini akan menjadi perang berkepanjangan; seluruh siklus perlu digeser lebih panjang. Dengan demikian, Anda bisa lebih tenang menghadapi kondisi pasar saat ini. Kalau tidak, kondisi seperti ini akan terasa sangat tidak nyaman.

Salah satu hal yang membuat banyak teman merasa sulit adalah posisi (sizing/allocasi) tidak tahu harus diatur bagaimana, sehingga penarikan (drawdown) tidak bisa dikendalikan. Ada juga beberapa teman yang bertanya tentang masalah ini. Jadi, saya akan memberikan sedikit saran dari pendapat saya sendiri kepada semua, semoga bermanfaat.

Teman-teman yang sudah lama mengikuti saya seharusnya tahu pengaturan posisi (saya). Dalam situasi yang menurut saya memungkinkan, hampir semuanya tetap dengan posisi berat (heavy/full/overweight). Catatan 200 hari pun hampir semuanya adalah operasi dengan posisi berat. Saya tidak terlalu menyarankan pengaturan seperti itu. Mempertahankan posisi berat membutuhkan kendali yang sangat kuat terhadap ritme operasi. Bukan hanya persyaratan terhadap aset/instrumen yang tinggi, tetapi juga Anda harus melakukannya dengan tegas dan cepat mengambil keputusan (kills and cuts), tingkat kesulitannya relatif tinggi. Jadi, saya tidak terlalu menyarankan.

Lalu bagaimana mengaturnya agar relatif lebih wajar? Saya akan kaitkan dengan pengalaman dan pemahaman saya sendiri. Posisi dibagi menjadi empat bagian: jika kondisi pasar buruk, 1 bagian; jika kondisi pasar biasa, 1–2 bagian; jika kondisi pasar bagus, 2–3 bagian. Usahakan jangan full posisi.

Pengaturan ini adalah yang menurut saya relatif lebih masuk akal. Bisa menyerang saat peluang ada, dan bertahan saat perlu. Dengan begitu, Anda dapat menguasai ritme secara lebih ketat dan teratur. Tentu saja, dalam operasi harian, tidak perlu terlalu kaku. Tidak perlu membagi 4 bagian dengan porsi yang sama untuk setiap saham. Kita bisa memberi penekanan pada aset yang lebih kita yakini. Contohnya, ketika pasar biasa (biasanya 2 bagian atau setengah posisi), maka aset yang lebih dipercaya bisa mengambil 6 atau 7 dari bagian tersebut (porsinya lebih besar), sedangkan aset yang relatif biasa-biasa saja hanya mengambil 3 atau 4. Dengan cara ini, sambil mengendalikan ritme, Anda tetap punya sifat agresif (daya dorong) yang lebih baik.

Karena itu, membagi posisi menjadi 4 bagian—menurut saya—relatif lebih masuk akal, dan juga cocok untuk mayoritas orang; sekaligus merupakan pengaturan yang berkelanjutan. Tentu saja ini hanya pemahaman pribadi saya, bukan jawaban standar.

Baik, cukup sampai di sini. Semoga bermanfaat untuk semua. Sampai jumpa lagi lain kali, terima kasih!

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan