#KOSPIPlunges9% – Pasar Saham Korea Selatan Ambruk



28 Juli 2026, akan dikenang sebagai salah satu hari tergelap bagi pasar keuangan Korea Selatan. Indeks KOSPI acuan mengalami penurunan bencana lebih dari 9%, memicu penghentian perdagangan darurat dan mengguncang pasar global. Ini bukan sekadar koreksi rutin—ini adalah kepanikan penuh yang dipicu ketakutan eksistensial tentang keberlanjutan ledakan kecerdasan buatan serta persaingan yang makin tajam dari industri semikonduktor Tiongkok yang berkembang pesat.

---

Angka-Angka yang Mengejutkan Dunia

KOSPI dibuka turun tajam ke 6.400,27, turun 355,48 poin atau 5,26% dari penutupan Senin. Dalam hitungan menit, aksi jual menguat. Indeks anjlok hingga 10,5% ke 6.051,19—level terendah sejak pertengahan April. Menjelang bel penutupan, KOSPI berakhir di 6.023,66, penurunan harian yang sangat besar sebesar 10,84%. Indeks sempat menembus level psikologis kritis 6.000 untuk pertama kalinya sejak 14 April 2026.

Bursa Korea terpaksa turun tangan beberapa kali. Pertama, mekanisme “sidecar” dari sisi jual dipicu pada pukul 09:06 waktu setempat setelah futures KOSPI 200 turun lebih dari 5% dari harga acuan, sehingga menangguhkan sementara pesanan jual program selama lima menit. Ketika kerugian menembus ambang 8%, pemutus sirkuit penuh diaktifkan, menghentikan perdagangan tunai selama 20 menit. Ini menandai pemicu circuit breaker kedelapan di KOSPI sepanjang 2026—level gejolak pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya.

---

Saham Chip yang Meremukkan Pasar

Kekacauan berpusat pada raksasa semikonduktor Korea Selatan, yang bersama-sama menyumbang lebih dari setengah dari total kapitalisasi pasar KOSPI. SK Hynix—salah satu produsen chip memori terbesar di dunia—terjun lebih dari 14% selama sesi, dan sempat jatuh di bawah harga IPO AS mereka sendiri. Samsung Electronics, perusahaan andalan negara itu, turun lebih dari 13%. Laporan lain menunjukkan penurunan intraday yang lebih dalam: SK Hynix sempat jatuh hingga 30% sebelum memangkas kerugian ke sekitar 11%.

Karena dua perusahaan ini memiliki bobot yang sangat besar dalam indeks, kerugian mereka saja menyeret KOSPI turun ratusan poin. Aksi jual tidak terbatas di Korea Selatan—penularannya menyebar seperti api di seluruh Asia. Nikkei 225 Jepang turun sekitar 4%, Taiex Taiwan merosot 3,9%, bahkan Shanghai Composite China melemah 1%. Philadelphia Semiconductor Index di AS sebelumnya sudah jatuh lebih dari 2% pada hari sebelumnya, menyiapkan panggung untuk aksi jual massal di Asia.

---

Mengapa Ini Terjadi? Tiga Pemicu

Pemicu 1: Keraguan tentang Gelembung Investasi AI

Selama berbulan-bulan, saham semikonduktor terkait AI terus melaju kencang, didorong belanja besar untuk pusat data, server, dan infrastruktur komputasi canggih. Namun pada 28 Juli, ekspektasi euforia itu runtuh. Laporan Wall Street Journal mengungkapkan bahwa NVIDIA—penguasa tak terbantahkan untuk chip AI—dapat memberi dukungan finansial untuk proyek pusat data OpenAI bernilai lebih dari $750 miliar. Alih-alih menenangkan investor, kabar ini memicu tanda bahaya. Muncul pertanyaan: Apakah level belanja ini berkelanjutan? Apakah permintaan infrastruktur AI benar-benar akan berujung pada laba?

Beberapa hari sebelumnya, arus kas bebas Alphabet sudah berubah negatif, menghidupkan kembali ketakutan bahwa belanja modal besar untuk AI mungkin tidak pernah menghasilkan imbal hasil yang memadai. Saham NVIDIA sendiri sudah turun hampir 5% semalaman. Investor mendadak menyadari bahwa valuasi pada nama-nama terkait AI telah menjadi terlalu melebar secara berbahaya.

Pemicu 2: Raksasa Semikonduktor Tiongkok

Pemicu kedua dan mungkin yang lebih menghancurkan datang dari Tiongkok. Pada 27 Juli, pembuat chip memori ChangXin Memory Technologies (CXMT) asal Tiongkok membuat debut blockbuster di STAR Market Shanghai. Saham CXMT melonjak luar biasa 466% pada sesi perdagangan pertamanya setelah perusahaan menggalang setidaknya $8,6 miliar melalui IPO. CXMT memproduksi chip DRAM—yakni chip memori yang sama yang digunakan pada smartphone, komputer, server, dan sistem AI—pasar yang lama didominasi oleh Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

Pesannya jelas: Tiongkok kini tidak lagi sekadar konsumen semikonduktor; Tiongkok mulai menjadi produsen yang tangguh. “Dapur perang” besar milik CXMT akan memungkinkan mereka memperluas kapasitas dengan cepat, berpotensi membanjiri pasar global dengan pasokan tambahan dan menekan harga. Ini mengancam oligopoli yang telah lama dinikmati Samsung dan SK Hynix selama puluhan tahun. Investor khawatir persaingan dari Tiongkok akan menekan margin laba, pangsa pasar, dan kekuatan penetapan harga di seluruh rantai pasok chip global.

Ditambah lagi, muncul laporan bahwa sebuah perusahaan yang didukung negara Tiongkok telah mulai memproduksi massal peralatan litografi ultraviolet jauh—alat penting untuk pembuatan chip. Hal ini memunculkan bayangan bahwa Tiongkok pada akhirnya bisa mengurangi ketergantungan pada pemasok peralatan asing seperti ASML, sehingga makin memperketat tekanan persaingan.

Pemicu 3: Aksi Jual Berpengungkit dan Perdagangan Otomatis

Penurunan diperparah oleh faktor struktural di pasar Korea. Exchange-traded funds (ETF) berpengungkit yang melacak KOSPI dengan paparan 2x atau 3x dipaksa menjual saham yang mendasarinya untuk mempertahankan rasio leverage mereka saat pasar jatuh. Ini menciptakan siklus ganas: harga yang turun memicu penjualan ETF, yang mendorong harga turun lebih dalam, sehingga memicu penjualan lebih banyak. Investor asing mencatat penjualan bersih sekitar KRW 3,7 triliun pada hari itu saja, mengalahkan pembeli ritel maupun institusional.

---

Penularan Global dan Implikasi Pasar

Ambruknya KOSPI bukan peristiwa terisolasi—itu bagian dari koreksi global yang lebih luas terhadap saham teknologi. Indeks MSCI Asia Pacific turun 2,92%, dengan saham teknologi menjadi yang paling terpukul. Di Jepang, produsen peralatan semikonduktor seperti Tokyo Electron dan Advantest turun di antara 8% hingga 16,5%. Kioxia Holdings anjlok hingga 18%.

Bahkan pasar AS pun tidak luput. Futures Nasdaq 100 turun 0,6%, dan futures S&P 500 tergelincir 0,2%. Lebih dari 170 perusahaan di S&P 500 dijadwalkan melaporkan pendapatan minggu itu, termasuk Microsoft, Meta, Apple, dan Amazon—investor bersiap menghadapi kabar buruk tambahan.

---

Apa yang Akan Terjadi Berikutnya?

Rasio harga ke laba ke depan KOSPI kini turun menjadi hanya 5x—level terendah sejak 2000. Sebagian analis melihat nilai pada level-level ini, dengan alasan pasar sedang memperhitungkan skenario terburuk seolah itu kepastian. Yang lain memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut, dan ada yang memperkirakan penurunan menuju level 5.800 jika laporan pendapatan minggu ini dari Samsung dan SK Hynix gagal memulihkan kepercayaan.

Satu hal yang pasti: era uang mudah pada saham semikonduktor terkait AI kemungkinan sudah berakhir. Investor kini menuntut bukti bahwa miliaran dolar yang dituangkan ke infrastruktur AI pada akhirnya akan berubah menjadi laba yang berkelanjutan. Sampai bukti itu muncul, pasar kemungkinan tetap volatil.

---

Kesimpulan Akhir

28 Juli 2026 menjadi panggilan bangun bagi investor global. Kejatuhan KOSPI 9% itu bukan semata-mata soal Korea Selatan—itu tentang fondasi rapuh dari tesis investasi AI, bangkitnya persaingan Tiongkok, dan risiko tersembunyi yang mengintai di produk keuangan berbasis leverage. Seperti pepatah lama, “Saat air surut, Anda akan tahu siapa yang berenang tanpa pakaian.” Hari ini, air surut, dan industri semikonduktor dibiarkan telanjang.

#KOSPIPlunges9% #AIChipSelloff #SemiconductorCrash #KoreanStockMarket
Lihat Asli
post-image
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar