Kemarin saya mendapatkan pertanyaan dari teman trader tentang bagaimana cara mengetahui apakah sistem trading yang dibuat benar-benar menguntungkan atau tidak, dan di sinilah backtest sangat membantu secara penuh. Saya sendiri juga cukup sering menggunakannya untuk menguji strategi baru sebelum benar-benar diterapkan.



Backtest adalah pengujian sistem trading menggunakan data harga masa lalu, untuk melihat berapa banyak keuntungan yang bisa diperoleh jika kita sudah memiliki sistem ini sejak tahun-tahun sebelumnya, atau seberapa besar kerugiannya. Secara alami, jika sistem bekerja dengan baik pada data masa lalu, ada kemungkinan besar bahwa sistem tersebut juga akan bekerja dengan baik di masa depan.

Langkah-langkah backtest tidak terlalu rumit. Pertama, tentukan strategi trading Anda secara jelas, harus menentukan pasangan mata uang apa yang akan diperdagangkan, timeframe mana, indikator apa yang digunakan. Setelah itu, pilih data masa lalu untuk diuji, catat hasilnya, analisis, dan perbaiki sistem agar menjadi lebih baik.

Bagi orang seperti saya yang tidak suka menulis program, ada pilihan yang mudah digunakan. Yang pertama adalah Excel atau Google Sheet. Di sini saya suka karena bisa memuat data harga, membuat rumus untuk menghitung SMA atau indikator lain. Kemudian, tetapkan kondisi kapan harus membeli dan kapan harus menjual, sehingga hasil keuntungan dan kerugian bisa terlihat. Kekurangannya adalah jika datanya terlalu banyak, bisa menjadi lambat, tetapi untuk pemula cukup memuaskan.

Pilihan kedua adalah TradingView, yang merupakan alat yang sangat keren. Ada Strategy Tester yang memungkinkan Anda menulis strategi untuk backtest. Lebih praktis daripada Excel karena dirancang langsung untuk trader. Anda bisa menggunakan program backtest forex di TradingView secara gratis, yang juga menyediakan contoh strategi seperti BarUpDn, yang membeli saat candle hijau dan menjual saat candle merah. Saya coba dengan EURUSD selama satu tahun, hasilnya menunjukkan kerugian 0,94%. Tapi data ini sangat informatif, seperti tingkat kemenangan 35,56% dan maximum drawdown 4,12%, yang semuanya sangat berguna.

Hal yang paling penting dari hasil backtest menurut saya adalah cumulative return, yaitu total keuntungan dan kerugian. Juga volatilitas hasilnya. Sistem yang baik harus memberikan hasil yang konsisten, tidak fluktuatif. Rasio Sharpe juga perlu diperhatikan karena menunjukkan bagaimana imbal hasil berhubungan dengan risiko. Maximum drawdown juga penting, memberi tahu berapa besar kerugian modal Anda dalam kondisi terburuk.

Setelah backtest selesai, saya biasanya mencoba menggunakan akun demo sebelum benar-benar memakai uang nyata, karena backtest menggunakan data lama, pasar nyata bisa berbeda. Oleh karena itu, pengujian dengan data saat ini sangat penting.

Program backtest forex yang gratis cukup banyak tersedia, tergantung pada tingkat kemudahan atau akurasi yang diinginkan. Bagi pemula, saya sarankan mulai dengan Excel atau Google Sheet dulu. Setelah paham, baru beralih ke TradingView agar mendapatkan manfaat maksimal.
EURUSD0,08%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar