Belakangan ini saya sedang ngobrol dengan beberapa teman investasi, dan menemukan banyak orang sebenarnya masih agak bingung dengan dua data di software analisis pasar, yaitu inside dan outside volume. Sejujurnya, waktu saya mulai melakukan trading jangka pendek juga begitu, tapi kemudian saya paham bahwa kedua indikator ini sangat penting karena mereka bisa langsung mencerminkan siapa sebenarnya yang lebih agresif di pasar.



Mari kita bahas logika intinya dulu. Saat transaksi saham terjadi, pada dasarnya ada dua situasi: entah pembeli secara aktif menaikkan harga untuk mengejar, atau penjual langsung menurunkan harga untuk menjual. Ketika harga saham bertransaksi di harga bid order, volume transaksi itu disebut inside volume, yang menunjukkan penjual lebih agresif untuk melepas saham; sebaliknya, saat transaksi terjadi di harga ask order, volume tersebut disebut outside volume, yang menunjukkan pembeli sedang agresif masuk pasar. Singkatnya, inside volume yang besar menunjukkan sentimen bearish lebih dominan, sedangkan outside volume yang besar menunjukkan sentimen bullish sedang mengincar pasar.

Berbicara soal ini, kita tidak bisa melewatkan lima tingkat harga (five-level quotes). Ini biasanya adalah tampilan pertama yang dilihat setiap investor Taiwan saat membuka aplikasi broker. Di sebelah kiri berwarna hijau adalah lima tingkat harga beli, yang menunjukkan lima order beli tertinggi saat ini; di sebelah kanan berwarna merah adalah lima tingkat harga jual, yang menunjukkan lima order jual terendah. Melihat order ini bisa membantu memperkirakan keinginan beli dan jual di pasar secara kasar, tapi perlu diingat bahwa lima tingkat harga ini hanya menunjukkan order yang terpasang, belum tentu semuanya akan benar-benar tereksekusi, karena bisa saja ada yang dibatalkan kapan saja.

Lalu, bagaimana cara membaca rasio inside dan outside volume? Sangat sederhana, yaitu dengan membagi volume inside dengan volume outside. Jika rasio lebih dari 1, berarti volume inside lebih besar, menunjukkan suasana pasar sedang bearish dan cenderung ke arah negatif; jika rasio kurang dari 1, berarti volume outside lebih besar, menunjukkan sentimen bullish yang kuat dan biasanya dianggap sebagai sinyal positif; jika rasio sama dengan 1, berarti kekuatan beli dan jual seimbang, pasar sedang dalam keadaan datar.

Namun, perlu diingat, hanya melihat inside dan outside volume saja bisa menyesatkan. Misalnya, kadang volume outside terlihat besar dari inside, tapi harga malah tidak naik dan justru turun, ini bisa jadi sinyal palsu dari pihak besar (main player). Mereka mungkin sengaja memasang order jual untuk mengelabui trader ritel agar membeli, padahal sebenarnya mereka sedang melakukan distribusi. Sebaliknya, volume inside yang besar tapi harga malah naik, bisa jadi sinyal palsu dari pihak besar yang sedang mengakumulasi saham. Jadi, indikator inside dan outside volume ini mudah dimanipulasi, harus dipadukan dengan faktor lain.

Pengalaman saya sendiri, penggunaan inside dan outside volume paling efektif saat dikombinasikan dengan area support dan resistance. Ketika harga turun ke level tertentu dan tidak mau turun lagi, itu biasanya adalah support, yang menandakan banyak orang bersedia membeli di level tersebut. Sebaliknya, jika meskipun ada banyak pembeli, harga tidak bisa menembus level tertentu, itu adalah resistance. Strateginya adalah beli di support dan jual di resistance, melakukan trading range untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga. Kalau harga menembus support atau resistance, itu menandakan tren sedang mulai kuat dan akan berlanjut.

Sejujurnya, inside dan outside volume memang punya keunggulan, seperti kecepatan real-time, konsep yang simpel dan mudah dipahami, dan jika dipadukan dengan order bid dan ask serta volume transaksi, bisa meningkatkan akurasi prediksi jangka pendek. Tapi kekurangannya jelas, indikator ini mudah dimanipulasi, hanya cocok untuk analisis jangka pendek, dan jika digunakan sendiri bisa menimbulkan distorsi. Oleh karena itu, saya selalu tekankan bahwa tidak ada indikator tunggal yang bisa digunakan untuk semua situasi di dunia investasi. Inside dan outside volume hanyalah bagian dari analisis teknikal, harus dipadukan dengan analisis fundamental perusahaan, kondisi ekonomi, dan faktor lain.

Secara keseluruhan, memahami makna inside dan outside volume, lalu menggabungkannya dengan area support dan resistance serta indikator teknikal lain, akan membantu kita menilai arah pasar dengan lebih akurat. Kalau mau latihan, bisa coba pakai akun demo untuk merasakan pengalaman transaksi nyata, sehingga pemahaman tentang inside dan outside volume akan semakin mendalam. Ingat, jalan investasi tidak ada yang instan, harus banyak belajar, berlatih, dan refleksi agar tingkat keberhasilannya bisa meningkat secara bertahap.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan