Akhir-akhir ini, semakin banyak orang yang mulai berinvestasi emas. Harga emas terus meningkat dan ketidakpastian ekonomi yang semakin besar membuat orang tertarik pada aset aman. Tapi, saat ingin memulai, bingung harus berinvestasi dengan cara apa.



Metode investasi emas ternyata lebih beragam dari yang dipikirkan, dan dapat dibagi menjadi 4 kategori utama. Pertama, membeli barang fisik seperti batangan emas atau koin emas secara langsung. Bisa dibeli di Kantor Percetakan Koin Korea, bank, atau toko online, dan dijual kembali saat harga emas naik. Keunggulannya adalah merasa memiliki secara nyata dan rasa aman secara psikologis, serta manfaat pajaknya cukup baik. Tidak dikenai pajak kekayaan atau pajak waris, dan jika diperdagangkan di Bursa Korea, tidak ada pajak penghasilan atas selisih harga. Kekurangannya adalah penyimpanan yang merepotkan dan risiko pencurian. Selain itu, saat harga emas turun, tidak mendapatkan keuntungan.

Ada juga produk investasi tidak langsung seperti ETF atau ETN. Ini tidak memerlukan pembelian fisik secara langsung, dan bisa diperdagangkan dengan mudah melalui akun saham seperti saham biasa. Keuntungan utamanya adalah bisa memulai dengan modal kecil. Jika ETF terdaftar di pasar domestik, hanya dikenai pajak penghasilan dividen sebesar 15,4%, sehingga pajaknya lebih sedikit. Tapi, tidak bisa menerima emas fisik secara langsung, dan ada biaya pengelolaan seperti biaya manajemen.

Perdagangan berjangka (futures) adalah metode yang lebih canggih. Menggunakan leverage, kita bisa melakukan transaksi besar dengan modal kecil, tapi ada tanggal jatuh tempo dan biaya rollover. Untuk pemula, jujur saja, tidak disarankan.

Perdagangan CFD adalah taruhan terhadap pergerakan harga emas. Tidak perlu membeli fisik, tidak ada tanggal jatuh tempo, dan bisa mendapatkan keuntungan dari posisi jual juga. Leverage juga bisa digunakan. Tapi, ada spread dan biaya swap, serta risiko kerugian yang besar. Meskipun bisa dipilih oleh pemula, harus dilakukan dengan hati-hati.

Setelah menentukan metode, langkah berikutnya adalah memilih broker. Ini sangat penting terutama jika memilih CFD. Pastikan mereka memiliki lisensi resmi dan langkah perlindungan investor. Perusahaan seperti Mitrade diatur di Australia, Siprus, dan Mauritius, dan menyimpan dana pelanggan di rekening trust terpisah. Struktur biaya juga harus transparan. Lebih baik jika mereka tidak mengenakan komisi dan hanya mendapatkan keuntungan dari spread. Dukungan pelanggan juga penting, agar bisa mendapatkan bantuan cepat saat ada masalah.

Sekarang, untuk mulai bertransaksi, kita harus memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas. Jika nilai dolar AS naik, biasanya harga emas turun. Begitu juga jika suku bunga naik. Karena emas tidak membayar bunga, saat suku bunga tinggi, dana berpindah ke obligasi pemerintah. Jika inflasi meningkat, harga emas cenderung naik. Jika terjadi konflik geopolitik seperti perang atau krisis ekonomi, emas berfungsi sebagai tempat berlindung dan harganya naik.

Analisis teknikal juga penting. Harus bisa membaca grafik candlestick dengan benar. Candlestick berisi informasi tentang harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah, sehingga bisa memahami psikologi pasar secara intuitif. Perlu juga memperhatikan garis support dan resistance. Titik di mana harga berulang kali rebound adalah support, dan titik di mana harga sering turun adalah resistance. Menggunakan moving average untuk melihat tren. Golden cross, yaitu ketika moving average jangka pendek menembus di atas moving average jangka panjang, adalah sinyal bullish, sebaliknya untuk sinyal bearish. RSI menunjukkan kondisi overbought dan oversold. Di atas 70 berarti overbought, di bawah 30 berarti oversold.

Bagi pemula, disarankan memulai dengan strategi mengikuti tren. Jika harga emas menunjukkan tren naik yang jelas, beli; jika tren turun, jual. Jika moving average dari 5 hari, 20 hari, 60 hari, dan 120 hari tersusun dari atas ke bawah, itu sinyal beli. Sebaliknya, jika berlawanan, sinyal jual. Yang penting adalah hanya bertransaksi saat tren sudah pasti. Jika pasar sideways, lebih baik menunggu.

Ketika harga emas bergerak dalam kisaran tertentu, lakukan range trading. Tentukan support dan resistance, lalu beli dekat support dan jual dekat resistance. Jika RSI menunjukkan kondisi oversold, bersiap untuk membeli; jika overbought, bersiap untuk menjual.

Manajemen risiko sangat penting dan sering diabaikan pemula. Jangan kehilangan lebih dari 1-2% dari total modal dalam satu transaksi. Misalnya, jika modal 10 juta rupiah, batasi kerugian maksimal 200 ribu rupiah per posisi. Selalu pasang order stop loss dan take profit untuk mengendalikan emosi. Jangan gunakan leverage saat awal, dan tingkatkan secara hati-hati setelah pengalaman bertambah. Catat semua transaksi dan evaluasi kesalahan untuk belajar.

Metode investasi emas sangat beragam, dan memilih yang sesuai dengan kepribadian serta tujuan adalah kunci. Jika tertarik dengan CFD, bisa coba platform seperti Mitrade. Antarmuka yang sederhana dan indikator teknikal lengkap memudahkan analisis dan transaksi di satu tempat. Akun demo gratis juga tersedia untuk latihan sebelum berinvestasi nyata. Dengan belajar metode yang benar dan mengelola risiko, peluang mendapatkan keuntungan yang baik sangat terbuka.
ETN-3,9%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan