Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
#US-IranTalksStall
Pejabat AS Bekukan US$344 Juta dalam USDT Tether yang Terkait dengan Iran
Seorang pejabat AS menyampaikan pada hari Jumat bahwa US$344 juta dalam Tether
USDTUSD
yang dibekukan pada Kamis lalu terkait dengan Iran. Pejabat tersebut mengaitkan alamat-alamat yang masuk daftar hitam itu dengan transaksi yang mengalir melalui exchange Iran dan wallet milik Bank Sentral Iran.
Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan adanya tindakan sanksi yang menargetkan wallet yang sama, seraya menggambarkan upaya yang lebih luas untuk memutuskan jalur keuangan yang digunakan Teheran ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang mandek.
Dua Alamat, Satu Kaitan Iran
Tether pada hari Kamis mengatakan bahwa pihaknya telah mendukung pihak berwenang AS dalam membekukan US$344 juta dalam USDT di dua alamat. Penerbit stablecoin itu menjelaskan langkah ini mengikuti informasi yang dibagikan oleh beberapa lembaga AS tentang aktivitas yang terkait dengan pelanggaran hukum, yang dikoordinasikan melalui Office of Foreign Assets Control (OFAC).
Seorang pejabat AS mengungkapkan kepada CNN bahwa analis pemerintah, yang bekerja sama dengan perusahaan analitik blockchain, menemukan adanya keterkaitan yang kuat ke rezim Iran.
Bukti tersebut termasuk transaksi yang terkonfirmasi dengan exchange Iran serta arus yang dialirkan melalui alamat perantara yang berinteraksi dengan wallet Bank Sentral Iran.
Pejabat itu pun menambahkan bahwa bank sentral Iran kini menggunakan cara yang semakin tertutup untuk menyembunyikan aktivitas aset digital lintas batas. Upaya ini ditujukan untuk menstabilkan nilai rial dan menjaga arus perdagangan tetap berjalan di bawah sanksi.
“Kami akan melacak dana yang dengan putus asa dicoba Teheran untuk dipindahkan keluar negeri dan menargetkan semua jalur keuangan yang berkaitan dengan rezim,” demikian kutipan dalam laporan tersebut, mengutip pernyataan Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Jumat.
Iran Kian Andalkan Stablecoin
Pembekuan ini sesuai dengan pola yang telah dicatat oleh peneliti blockchain. Chainalysis melaporkan kepemilikan kripto Iran mencapai US$7,8 miliar pada tahun 2025, dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menguasai sekitar setengah dari jumlah tersebut pada kuartal keempat.
Perusahaan itu menjelaskan dua wallet Tether yang dibekukan juga berperilaku layaknya alamat IRGC yang sudah dikenal ketika masih aktif, yakni memindahkan puluhan juta US dollar dalam sekali transfer, seringkali ke wallet pribadi.
Teheran berulang kali memanfaatkan stablecoin untuk menghindari sistem perbankan tradisional.
Awal tahun ini, Tether dan Circle memasukkan satu hot wallet milik exchange Iran, Wallex, ke daftar hitam, sementara otoritas AS menindak lebih banyak platform yang dituduh mengalirkan dana IRGC melalui USDT di jaringan Tron.
Perdebatan Soal Dampak Sesungguhnya
Tidak semua pihak meyakini penyitaan ini benar-benar mampu menekan Teheran. Daniel Tannebaum, peneliti senior di Atlantic Council serta mitra Oliver Wyman, menyebut pembekuan ini “berarti,” namun ia mengingatkan Iran sudah puluhan tahun beradaptasi dengan tekanan ekonomi.
“Cara untuk menekan Iran sekarang, karena Iran sudah benar-benar habis-habisan terkena sanksi, yaitu menargetkan pihak ketiga yang membantu mereka,” ujar Tannebaum kepada CNN, sambil menyoroti yurisdiksi seperti Cina sebagai titik penting penahanan berikutnya.
Serangan siber yang mengincar infrastruktur kripto Iran juga kian meningkat dalam waktu bersamaan.
Tahun lalu, hacker pro-Israel menguras sekitar US$90 juta dari exchange terbesar di Iran saat terjadi serangan militer.
Pengungkapan pada hari Jumat tiba di momen krusial bagi kebijakan stablecoin. Tether menyatakan saat ini mereka telah berkoordinasi dengan lebih dari 340 aparat penegak hukum di 65 negara dan telah membantu membekukan lebih dari US$4,4 miliar aset.
Apakah jangkauan tersebut mampu mengubah cara Teheran mengirim aset pada transfer berikutnya menjadi pertanyaan yang perlu diantisipasi oleh regulator dan exchange ke depan.