Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menariknya, Nick Szabo berbagi sebuah sejarah yang jarang diketahui pada konferensi Bitcoin tahun 2021—sebelum munculnya Bitcoin, komunitas kriptografi sebenarnya sudah memikirkan kemungkinan desentralisasi. Nick Szabo sendiri mulai terlibat dalam diskusi tentang bank virtual dan jaringan terdistribusi di majalah Extropy sejak tahun 1995, saat konsep-konsep ini masih sangat maju.
Pada tahun yang sama, Nick Szabo mengusulkan gagasan kontrak pintar. Tapi dia tidak menciptakannya dari nol, melainkan berdasarkan karya orang-orang sebelumnya. Misalnya, proyek DigiCash milik David Chaum, yang menggunakan teknologi tanda tangan buta untuk mengurangi kebutuhan kepercayaan, dan mata uang uji Cyberbucks—yang dianggap sebagai mata uang digital pribadi pertama. Upaya awal ini memberi banyak inspirasi bagi para pengembang berikutnya.
Lebih menarik lagi, Nick Szabo juga mengelola sebuah daftar email bernama Libtech, yang menjadi tempat para penggemar kriptografi bertukar ide. Di komunitas ini, muncul proyek-proyek seperti Bit Gold, b-money, dan RPOW. Meskipun proyek-proyek ini akhirnya tidak menjadi arus utama, mereka telah meletakkan dasar teori bagi Bitcoin dan ekosistem cryptocurrency secara keseluruhan.
Dari sudut pandang ini, kontribusi para pelopor kriptografi awal seperti Nick Szabo sering kali diremehkan. Mereka tidak hanya memikirkan masalah teknologi, tetapi yang lebih penting, mereka membangun lingkungan komunitas yang memungkinkan kebebasan berkomunikasi dan inovasi.