Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sebagai seseorang yang mengikuti bagaimana pasar terbentuk akhir-akhir ini, saya menemukan pandangan yang dibagikan oleh Jordi Visser, CEO Visser Labs, dalam wawancara terakhirnya, sangat menarik. Dalam podcast tersebut, Jordi Visser membahas tentang pasar bullish sekuler yang sedang kita alami saat ini, dan menjelaskan bagaimana kebijakan moneter adaptif Federal Reserve menstabilkan pasar.
Poin terpenting yang ditekankan Visser adalah ketahanan sektor-sektor seperti perangkat keras, komoditas, dan semikonduktor. Meskipun ada guncangan seperti pandemi dan ketegangan geopolitik, kemampuan pasar untuk pulih menunjukkan kekuatan dasar sistem tersebut. Dari sudut pandang ini, pengamatan Jordi Visser sangat masuk akal.
Namun menurut saya, peringatan paling kritis adalah tentang keterbatasan sumber daya dalam pengembangan kecerdasan buatan. Kekurangan di bidang komoditas dan semikonduktor semakin menjadi tema penting dalam strategi investasi. Menurut Visser, area-area kekurangan ini bisa menunjukkan performa yang lebih baik daripada indeks pasar yang lebih luas. Ini masuk akal, karena kekurangan biasanya menimbulkan tekanan harga.
Hal lain yang menarik perhatian adalah peringatan Visser tentang inflasi. Inflasi yang diperkirakan akan melebihi 4 persen dapat berdampak negatif terhadap kinerja saham. Memahami model pemulihan pasar historis, terutama pemulihan berbentuk V, sangat penting saat ini. Karena secara historis, pemulihan semacam ini telah memimpin reli besar. Para investor perlu mengikuti dinamika ini dengan cermat.