Belakangan ini saya terus memperhatikan sektor energi uranium ini, dan rasanya peluangnya memang layak untuk benar-benar diperhatikan. Alasan utamanya sebenarnya cukup jelas: di satu sisi, sisi pasokan sedang diketatkan, larangan uranium Rusia akan berlaku mulai bulan Agustus, dan Kazakhstan juga menaikkan pajak ekstraksi, yang secara langsung membatasi pertumbuhan pasokan. Di sisi lain, permintaan listrik untuk pusat data AI sedang tumbuh secara meledak-ledak, dan ini mungkin lebih berlebihan daripada yang dibayangkan banyak orang.



Saya sudah melihat data dari Wells Fargo. Hanya untuk pusat data AI saja, hingga 2030 dibutuhkan tambahan 323 terawatt jam listrik, yaitu lebih dari 6 kali konsumsi tahunan Kota New York. Goldman Sachs bahkan lebih agresif, memperkirakan pusat data akan menyumbang 8% dari total konsumsi listrik di AS. Dengan tingkat pertumbuhan permintaan seperti ini, tenaga nuklir tentu tidak bisa dihindari, jadi uranium stocks to buy sekarang terlihat memang masuk akal.

Dari sisi aset spesifiknya, Cameco (CCJ) baru-baru ini dimasukkan Bank of America ke daftar US1, dan Goldman Sachs juga menaikkan target harga menjadi 56 dolar. RBC Capital menyarankan untuk membeli saat koreksi. Meski performa kuartal terakhir agak kurang memuaskan (EPS setelah penyesuaian hanya 13 sen, lebih rendah dari perkiraan 26 sen), manajemen sudah mengatakan dengan sangat gamblang bahwa ketegangan pasokan, penambangan yang menipis, serta kurangnya investasi akan terus menopang harga uranium.

NexGen Energy (NXE). Proyek Rook 1 mereka, jika mendapat persetujuan Kanada, berpotensi menjadi salah satu tambang uranium terbesar di dunia. Data mereka juga lebih agresif: mereka memperkirakan permintaan uranium akan meningkat 127% hingga 2030, dan 200% hingga 2040. Mereka juga menghitung bahwa pada 2040 mungkin akan menghadapi kekurangan pasokan sebesar 240 juta pound, dan kekurangan seperti itu hanya bisa ditutup oleh 5 proyek level Rook I.

Kalau ingin eksposur yang lebih terdiversifikasi, Energy Fuels (UUUU), Denison Mines (DNN), dan Paladin Energy (PALAF) semuanya adalah opsi uranium stocks to buy yang bagus. UUUU baru-baru ini memiliki 11 orang insider yang mulai membangun posisi pada awal Mei, termasuk CEO dan wakil presiden, dan ini biasanya merupakan sinyal yang cukup baik. DNN dinilai Buy oleh Roth MKM dengan target harga 2,60 dolar, dan mereka percaya perusahaan ini berpotensi menjadi produsen uranium berbiaya rendah. PALAF dinilai Buy oleh 6 analis dengan target rata-rata 10,71 dolar, dan setelah akuisisi Fission Uranium, perusahaan ini akan menjadi produsen uranium terbesar ketiga di dunia.

Jika ingin eksposur yang lebih luas lagi, Sprott Uranium Miners ETF (URNM) dan VanEck Uranium and Nuclear Energy ETF (NLR) adalah alat yang bagus. URNM memiliki rasio biaya 0,80%, melacak perusahaan tambang uranium skala kecil hingga menengah, dan harga URNJ yang saat ini berada di atas 22 dolar terlihat sangat murah. NLR memiliki rasio biaya yang lebih rendah, 0,64%, dengan kepemilikan termasuk Constellation Energy, Cameco, PG&E, dan sebagainya; ini juga merupakan cara lain untuk berinvestasi dalam uranium stocks to buy.

Secara keseluruhan, logika di sektor ini sangat kuat: sisi pasokan sedang diketatkan, sisi permintaan sedang meledak, dan tren ini mungkin akan berlanjut selama bertahun-tahun. Jika masuk sekarang, memberikan sedikit aset untuk generasi berikutnya juga bukan hal yang mustahil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan