UEA: Warga Palestina-Jordan yang Tinggal di Luar Negeri Mengapa Uang Adalah Sebagai 'Anugerah dan Ujian'

(MENAFN- Khaleej Times)

Dr Eman AbuKhousa adalah profesor teknologi informasi dan komunikasi di University of Europe for Applied Sciences di Dubai, universitas Jerman pertama di emirate tersebut. Seorang Palestina-Yordania, ia termasuk salah satu dari semakin banyak perempuan yang membangun generasi masa depan perempuan dalam STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) di UEA. Pakar dalam data science dan transformasi digital, yang mengkhususkan diri pada strategi berbasis data untuk kepemimpinan dan pengambilan keputusan di pendidikan dan industri, ia telah membawa keterampilan profesionalnya ke dalam pengelolaan uang pribadinya, menguasai seni perencanaan dan strategi. Namun ia mengatakan bahwa ibunya dan teman-temannya, selain pelajaran yang dipelajari dari kehidupan nyata, tetap menjadi hal kunci dalam hubungannya dengan uang.

** Jika Anda harus menulis surat untuk uang, apa yang akan Anda katakan?**

Uang, kau datang sebagai berkat, tinggal sebagai ujian, dan pergi lebih cepat daripada hidangan penutup saat acara keluarga.

** Bagaimana Anda akan mendeskripsikan hubungan Anda dengan uang?**

Ini rumit! Dalam budaya kami, Anda belajar sejak dini bahwa uang adalah berkat sekaligus ujian. Kekayaan dipandang sebagai rizq (nafkah) dari Pemberi, bukan sesuatu yang benar-benar kami miliki sepenuhnya. Paradoks itulah yang membentuk semuanya: Anda berusaha mendapatkannya, Anda mengelolanya dengan hati-hati, tetapi Anda selalu sadar bahwa ia bisa datang dan pergi—dan bahwa yang benar-benar tersisa adalah cara Anda menggunakannya, untuk diri sendiri, keluarga Anda, dan untuk orang lain.

** Pelajaran apa tentang pengelolaan uang yang Anda pelajari dari ibu Anda?**

Ibu saya adalah manajer uang terbaik yang saya tahu—separuh ekonom, separuh filsuf, separuh pesulap. Ia punya banyak ungkapan tentang uang, tetapi favorit saya selalu: “di pengasingan itu seperti tanah kelahiran”. Dan, betapa seringnya hidup membuktikan kebenarannya. Saat Anda jauh dari rumah, uang menjadi jaring pengaman Anda, zona nyaman Anda, bahkan kadang satu-satunya teman Anda di bandara yang asing. Uang bukan hanya untuk membeli barang; pada momen-momen itu, uang membeli ketenangan pikiran, stabilitas, dan rasa memiliki di mana pun Anda berada.

** Siapa yang paling banyak mengajari Anda tentang pengelolaan keuangan?**

Hidup itu sendiri. Waktu kecil, kami jago menjadi ahli dalam tidak mendengarkan ibu kami, terutama ketika mereka memperingatkan kami tentang uang. Jadi, saya belajar dengan cara yang sulit: tidak ada buku pelajaran yang menyiapkan Anda menghadapi rasa sakit akibat utang yang lewat jatuh tempo atau tagihan kartu kredit setelah sesi belanja yang dipicu emosi. Pengalaman adalah guru yang paling kasar, tetapi juga yang paling efektif.

** Jika Anda bisa memberi anak Anda atau diri Anda yang lebih muda satu nasihat tentang uang, apa itu dan mengapa?**

Saya akan berkata: pelajari sejak awal bahwa uang itu tidak berharga karena Anda membelanjakannya, tetapi karena Anda membelanjakannya dengan bijak. Tujuannya bukan untuk membeli lebih banyak, melainkan untuk hidup dengan bebas-r. Sepatu akan aus, tren memudar, tetapi pilihan yang dibuat dengan akal sehat, dan sedikit pengekangan, adalah yang mengubah uang menjadi nilai nyata.

** Pengalaman apa yang paling mendalam yang Anda miliki sejauh ini terkait uang?**

Momen yang paling mendalam adalah ketika uang benar-benar menyelamatkan saya; terdampar di luar negeri, hanya selangkah dari kepanikan karena satu keputusan, dan menyadari bahwa uang tunai yang saya miliki adalah satu-satunya jembatan kembali ke keselamatan. Sejak saat itu, saya memahami uang dengan cara yang berbeda: uang bukan status atau kemewahan, melainkan keamanan. Ia mengajari saya bahwa kemandirian finansial bukan soal punya lebih, melainkan punya cukup saat Anda paling membutuhkannya.

** Menurut Anda, bagaimana tinggal di UEA telah mengubah hubungan Anda dengan uang?**

Tinggal di UEA telah mengubah cara saya memandang uang dalam dua hal: ia menambah kategori baru ke anggaran saya (brunch, parkir valet, dan “edisi” sesekali dari sesuatu yang bahkan tidak saya tahu saya perlukan). Tetapi yang lebih penting, ia mengubah pola pikir saya: di sini, ambisi itu hal yang normal, peluang ada di mana-mana, dan dorongan untuk terus berinvestasi pada diri sendiri—dan pada hal yang benar-benar penting—juga ada, jika Anda ingin bertahan.

** Dengan siapa Anda membicarakan urusan uang?**

Kebanyakan dengan diri saya sendiri. Dengan lantang. Di lembar Excel. Kadang-kadang dengan lingkaran teman yang tepercaya yang pura-pura punya“makan malam” yang berubah menjadi terapi keuangan.

MENAFN04122025000049011007ID1110435754

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan