Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
CEO Ripple Membalas Sindiran Pendiri Avalanche tentang Lelucon April Mop yang Viral
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, telah membalas secara terbuka pendiri Avalanche, Emin Gün Sirer, setelah sebuah unggahan media sosial yang provokatif memicu ketegangan baru antara dua nama besar di industri kripto. Apa yang bermula sebagai lelucon April Mop dengan cepat berkembang menjadi percakapan yang lebih luas tentang adopsi blockchain, relevansi institusional, dan persaingan berkelanjutan antara jaringan-jaringan yang saling bersaing.
Pertukaran itu dimulai ketika Sirer mem-posting komentar mengejek yang ditujukan pada narasi enterprise Ripple yang sudah lama berdiri, dengan bercanda bahwa bank sebenarnya tidak memilih Ripple, tetapi justru menggunakan Avalanche. Komentar itu jelas dirancang untuk memancing, dan itulah yang terjadi. Pendukung Ripple langsung membanjiri balasan, membela rekam jejak perusahaan, serta menyoroti perannya yang sudah mapan dalam pembayaran lintas negara dan kemitraan finansial.
Garlinghouse tidak tinggal diam terlalu lama. Sebagai respons, CEO Ripple menyampingkan serangan itu dengan komentar tajam miliknya sendiri, mengatakan ia senang bahwa Ripple tampaknya “hidup tanpa membayar sewa” di kepala Sirer. Respons tersebut singkat namun efektif, memperkuat keyakinan Garlinghouse sekaligus menegaskan seberapa besar Ripple masih menjadi bagian dari percakapan kripto yang lebih luas, bahkan di antara ekosistem-ekosistem pesaing.
Benturan ini mungkin berawal dari sebuah lelucon, tetapi mencerminkan persaingan yang lebih dalam di industri blockchain. Ripple telah menghabiskan bertahun-tahun untuk memposisikan dirinya sebagai pemain infrastruktur yang serius, berfokus pada pembayaran lintas negara, institusi keuangan, dan adopsi enterprise. Mereknya dibangun di sekitar kegunaan, regulasi, serta integrasi dengan sistem keuangan tradisional. Avalanche, sebagai perbandingan, telah membangun identitas yang kuat melalui fokusnya pada infrastruktur blockchain yang dapat diskalakan, tokenisasi, dan arsitektur Subnet yang bisa disesuaikan—yang menarik bagi institusi dan pengembang.
Perbedaan posisi itulah yang membuat perseteruan publik ini menjadi menonjol. Ripple dan Avalanche tidak selalu bersaing di jalur yang persis sama, tetapi keduanya berusaha menarik perhatian institusional di pasar yang kian ramai. Ripple terus bertumpu pada infrastruktur pembayarannya dan jaringan enterprise, sementara Avalanche telah mendapatkan visibilitas lewat pilot tokenisasi dan eksperimen finansial yang melibatkan institusi-institusi besar. Dalam konteks itu, sindiran Sirer lebih dari sekadar lelucon—itu adalah tembakan langsung terhadap proposisi nilai inti Ripple.
Adapun Garlinghouse, ia dikenal tidak canggung menghadapi perselisihan publik. Selama bertahun-tahun, ia sering menangkis para kritikus, baik yang datang dari komunitas blockchain pesaing, penerbit stablecoin, maupun kalangan Bitcoin maximalist. Kesediaannya untuk terlibat secara publik telah membuatnya menjadi salah satu eksekutif kripto yang paling blak-blakan, dan itu juga membantu Ripple mempertahankan visibilitas di pasar yang bergerak cepat serta sangat kompetitif.
Pada saat yang sama, bentrokan media sosial terbaru ini menyoroti pola yang sudah familiar dalam kripto: persaingan sering kali mendorong relevansi. Perang terbuka di ruang publik, terutama antara pendiri dan CEO yang berprofil tinggi, cenderung menarik perhatian jauh melampaui audiens awal. Semuanya menjadi bagian dari pertempuran narasi tentang ekosistem mana yang benar-benar membangun nilai jangka panjang dan mana yang sekadar memenangkan perang media sosial.
Pada akhirnya, pertukaran antara Garlinghouse dan Sirer kurang soal satu lelucon dan lebih tentang perjuangan berkelanjutan untuk dominasi dalam kripto institusional. Ripple tetap menjadi salah satu merek blockchain yang paling mapan di hadapan enterprise di ruang ini, sementara Avalanche terus agresif mendorong tokenisasi dan infrastruktur finansial. Saat kedua ekosistem berupaya membuktikan relevansinya di dunia nyata, pertukaran seperti ini kemungkinan besar akan terus terjadi.