#TrumpAgreesToClarityEthicsClause Membuka Legislasi Kripto Bersejarah


Dalam terobosan politik besar, Presiden Donald Trump secara resmi menyetujui ketentuan etika komprehensif dalam Undang-Undang Digital Asset Market Clarity (CLARITY). Persetujuan ini menghilangkan hambatan utama terakhir bagi apa yang akan menjadi kerangka regulasi federal digital assets yang komprehensif pertama di Amerika Serikat.

---

Poin yang Mengganjal: Apa yang Dipersengketakan?

Selama berbulan-bulan, RUU CLARITY—yang lolos di Dewan Perwakilan dengan suara bipartisan 294-134 pada Juli 2025—macet di Senat hanya karena satu isu: etika.

Senator Demokrat, yang dipimpin oleh perunding Ruben Gallego dan Angela Alsobrooks, menuntut klausul ketat tentang benturan kepentingan yang mencakup presiden, wakil presiden, para anggota parlemen, dan pejabat federal senior. Tuntutan itu dipicu oleh keterbukaan keuangan Trump tahun 2025, yang mengungkap lebih dari $1,4 miliar pendapatan terkait kripto—termasuk $635 juta dari royalti meme coin dan $515 juta dari penjualan token World Liberty Financial.

Pada pertemuan 16 Juli dengan Senator Republik Cynthia Lummis dan Bernie Moreno, bersama penasihat kripto Gedung Putih Patrick Witt, tidak tercapai kesepakatan. Kebuntuan itu akhirnya pecah pada 20 Juli 2026.

---

Apa Sebenarnya yang Dikatakan Klausul Etika

Meski naskah legislasi final belum dirilis ke publik, beberapa sumber mengonfirmasi ketentuan inti:

1. Larangan Menerbitkan Digital Assets
Bahasa etika melarang pejabat federal—termasuk Presiden, Wakil Presiden, dan anggota Kongres—menerbitkan mata uang kripto.

2. Penegakan oleh DOJ, Bukan Negara Bagian
Departemen Kehakiman akan menjadi penegak utama ketentuan etika tersebut, alih-alih jaksa agung negara bagian. Perjanjian itu juga menghapus mekanisme yang memungkinkan jaksa agung negara bagian menggugat DOJ jika lembaga tersebut gagal bertindak.

3. Berlaku Sama untuk Presiden
Yang krusial, pembatasan etika berlaku untuk presiden dengan cara yang sama seperti berlaku untuk setiap pejabat federal lain.

4. Ruang Lingkup Luas
Pembatasan mencakup pengambilan keuntungan dari digital assets saat menjabat dan bertujuan mencegah keterkaitan bisnis pribadi dengan industri kripto.

---

Reaksi: Ketegangan Bipartisan Masih Ada

Gedung Putih mendorong penerimaan secara agresif. Seorang pejabat Gedung Putih menyebutnya “ketentuan etika paling komprehensif dan paling luas dalam sejarah” serta memperingatkan bahwa “jika Demokrat Senat memblokir legislasi bersejarah ini setelah pemerintahan membungkuk berlebihan untuk mengakomodasi kekhawatiran mereka, para pemangku kepentingan jangan salah: Demokratlah yang memblokir legislasi ini”.

Senator Republik bergerak. Dengan 53 kursi Republik, setidaknya diperlukan tujuh suara Demokrat untuk mencapai ambang 60 suara guna mematahkan filibuster. Senator Cynthia Lummis memperkirakan RUU itu akan mencapai lantai Senat minggu ini.

Demokrat tetap skeptis—terutama karena mereka belum melihat teks final. Senator Angela Alsobrooks menyebut proposal penegakan DOJ “tidak serius” dan menyatakan: “Jika dirumuskan dengan cara ini, saya tidak akan mendukung RUU tersebut”. Senator Chris Van Hollen dan Elizabeth Warren berpendapat draf tersebut melemahkan perlindungan konsumen.

---

Dampak Pasar: Kripto Melonjak

Pasar bereaksi cepat dan positif:

· Probabilitas Polymarket untuk RUU CLARITY lolos pada 2026 melonjak dari 32% menjadi 43%.
· Bitcoin melonjak menuju $66.400–$67.000.
· Ether dan XRP mencatat kenaikan sekitar 4%.
· Saham Coinbase melonjak hingga setinggi 12%.
· Nilai total pasar kripto pulih 2,8% menjadi $2,32 triliun.

---

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Senat memiliki waktu hingga minggu pertama Agustus untuk memberikan suara sebelum masa reses musim panas. Teks RUU diperkirakan akan tersedia dalam beberapa hari ke depan. Jika Senat meloloskannya, RUU kembali ke Dewan sebelum dibawa ke meja kerja Trump untuk tanda tangan final.

Penasihat kripto Gedung Putih Patrick Witt, yang awalnya dijadwalkan untuk pelatihan National Guard wajib, penugasannya ditunda untuk “menyelesaikan upaya ini sampai akhir”.

---

Mengapa Ini Penting

Ini bukan sekadar tentang satu RUU. Undang-Undang CLARITY akan mengakhiri bertahun-tahun “regulasi lewat gugatan,” dengan menyediakan aturan yang jelas bagi bank, dana, dan kustodian. RUU ini akan memisahkan pengawasan antara CFTC (untuk komoditas digital seperti Bitcoin) dan SEC (untuk token yang bertindak sebagai sekuritas). Dan dengan klausul etika ini, RUU tersebut menegaskan bahwa bahkan jabatan tertinggi di negeri ini tunduk pada aturan benturan kepentingan kripto.

Pertanyaannya sekarang: Apakah tujuh Senator Demokrat akan menyeberang untuk membuat sejarah?

#CLARITYAct #TrumpEthicsDeal #CryptoRegulation #DOJEnforcement
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan